Benkek

Web Aikido Chatalina Dojo (IAI Cabang Malang)


Beberapa waktu lalu, Aikido Chatalina Dojo sempat membuat web, yang waktu itu masih menumpang di situs www.deladieri.com milik teman. Tapi kemudian terjadi eror pada sistem hostingnya, dan akhirnya web kami sementara di offline kan.

Beberapa hari lalu, kami akhirnya selesai memindah web tersebut, ke domain dan hosting baru, yaitu di www.aikido-malang.com. Namun, kami masih belum tahu, akan diisi apa saja web tersebut, sehingga, untuk sementara masih hanya berisi tentang dojo kami sendiri.

Bagi teman-teman yang mempunyai ide, silakan kirim email ke admin melalui web aikido-malang.com tersebut. Kami juga berencana untuk membuat sebuah forum tentang Beladiri di web tersebut, hanya saja masih belum ada gambaran jelas mengenai nya. Kami harap sumbangan ide dari teman-teman semua. Terima kasih

Mudik

Hari sabtu 9 september 2006 jam 05.15, aku berangkat mudik ke Kebumen, Jawa Tengah. Sebenarnya aku agak malas mudik, soalnya ntar lagi juga mudik lagi pas lebaran (biasa setahun sekali pulang, hemat ongkos :D).

Aku naik motor, soalnya motor yang selama ini aku pakai di minta balik sama Bozz, karena beliau pindah kerja agak jauh, sehingga perlu kendaraan buat pulang pergi kerja.

Selip

Aku mudik ambil jalan lewat batu-jombang karena lebih dekat dr pada lewat Surabaya. Waktu aku sampai di dekat daerah kecamatan Gudo, aku mengalami kecelakaan kecil, motorku selip pas belok karena jalan berpasir, untung gapapa, cuman motor agak lecet dikit.

550 km

Selama perjalanan aku iseng2 bikin semacam “catatan perjalanan”. Setiap aku berhenti, aku mencatat jam dan angka di spedometer, juga kota tempat aku berhenti. Dari sini aku mengetahui kl selama perjalanan aku kurang lebih menempuh jarak 550 kilometer, dalam 13 jam, yang berarti kecepatan rata2 ku adalah 42 km/jam. Berikut catatan yang aku buat:

Kota Jam Kilometer Keterangan

Malang 05.15 8402 km Start

Sekitar Batu 05.43 8430 km

Ngantang 06.20 8457 km

Kandangan 06.56 8484 km

Nganjuk 07.54 8526 km Isi Bensin 3 liter

Sragen 11.30 8704 km

Kartosuro 12.20 8739 km Makan siang

Klaten 13.20 8775 km isi bensin 2 liter

Kulon Progo 14.40 8833 km

Kutoarjo 16.00 8897 km

KebumenKota 16.45 8922 km istirahat 30 menit di warnet temen

Rumah 18.15 8955 km

Rute Perjalanan

Malang>Batu>Pujon>Ngantang>Gudo>Kertosono>Nganjuk>Caruban>Madiun>Ngawi> Sragen> Solo>Kartosuro>Klaten--> (lewat ring road) Wates>Purworejo>Kutoarjo>Kebumen

Jarak total 553 km, lama perjalanan 13 jam.

Aku memang selalu pakai kecepatan setandar 60-70 km, soalnya ga berani ngebut. Lagi pula, aku memang ga terlalu buru-buru. Hitung-hitung sekalian lihat-lihat kota yang aku lewati.

Aku sempet juga tersesat. Rencana awal, dari kota Caruban aku langsung ambil jalan ke Ngawi tanpa lewat Madiun, tetapi aku salah ambil jalan sehingga masuk ke kota Madiun. Di dalam kota aku sempet muter2 cari jalan keluar, tapi ga ketemu agak lama. Setelah sekitar 1 jam baru aku bisa keluar dari kota.

Kesan

Banyak hal yang berkesan selama perjalanan kemaren, terutama tentang jalan-jalan yang aku lewati. Misal: jalan Ngawi Sragen agak rusak,sampe2 plat nomorku hampir lepas (tinggal nggantung doang) soalnya bautnya lepas, saking kuatnya goncangan, karena jalan yang bergelombang; di jogja, jalur sepeda motor terpisah dari mobil, dll. Tetapi secara garis besar, aku lebih banyak liat sawah dari pada situasi kota, karena aku memang lebih sering lewat ring road dr pada lewat kota.

Ngomong2, aku sangat bersyukur karena aku sampai di rumah dengan selamat, walau sempet ada insiden kecil di jombang tersebut.

Sekarang aku sudah ada di malang. Sampai di malang kembali hari jumat tanggal 15 September 2006, jam 5.20 (sampe di kost).

Sebenernya selama aku di kampung aku banyak ambil foto (pinjem kamera digital mas Gat, makasih banyak Mas ^^), cuman karena kesalahan temenku, fotonya ke replace sama foto yg baru dia ambil. Jadi gini ceritanya; Foto yang udah aku ambil di pindah ke komputer temenku, trus yang di kamera di hapus. Trus temenku foto2 sama temen nya. Di pindahin ke folder yg isinya foto2 ku tadi. Padahal namanya sama. Ga tau kok bisa dia ga nyadar kalau nge replace foto2 ku yang sebelumnya. Sayang banget :(

Kejurnas Kyokusin Karate Indonesia XIII di Malang

Sabtu, 26 Agustus 2006, aku bangun tidur sekitar jam 12 siang, buru-buru mandi en ganti baju, soalnya hari itu ada pertandingan Kyokusin Karate Indonesia, di Samantha Krida, Universitas Brawijaya. Sebenernya aku mau nonton dari jam 10 (sesuai jadwal yang ada di undangan yang aku baca di Unitas Aikido Unibersitas Brawijaya), tapi ternyata aku ketiduran sampai jam 12 siang.

Sesampainya di Samantha Krida Unbraw, aku agak heran karena sepi sekali, hampir ga ada tanda2 ada event apapun situ, kecuali beberapa motor dan mobil yang di parkir di halaman. Kemdian aku markir motor, dan agak kaget lagi waktu di mintain uang parkir rp. 2000 sama jukirnya. Mahal banget aku pikir. Sebelum aku masuk ke gedung, di luar deket lapangan basket, aku liat ada seorang pake baju karate lagi latihan (mungkin pemanasan). Badan nya tinggi besar, mungkin sekitar 180an cm. Rupanya dia Antoni Pajow, yang sering mewakili Indonesia di ajang Internasional.

Sewaktu aku masuk, sedang berlangsung pertandingan, dan aku langsung duduk di tribun penonton. namun beberapa menit kemudian, aku lihat ada anak-anak Aikido Brawijaya yang duduk di kursi undangan, akhirnya aku pun nyamperin mereka, dan ikut nonton dari kursi undangan.

Pertandingan nya seru banget, terutama di kelas bebas, tapi ada satu hal yang aku kurang sreg dari pertandinga kmaren; ga ada papan skema pertandingan, jadi aku ga tau ini babak ke berapa, dan siapa nama peserta yang bertanding (disebutin tapi ga inget).

Yang aku inget, juara kelas bebas I: Antony Pajow, II: Hilal, III: Mas Gufron
Juara kelas 70 I: Nanang Ari,
Juara kelas 60 II: Jhoni.

Sebenernya ada berita + laporan hasil pertandingan di radar malang hari ini, Senin 28 Agustus 2006, tapi aku cuman baca sepintas di warnet Tlogomas, lvl 99, jadi aku ga inget banget isinya.

Aku jadi pengen ikut Karate lagi. Tapi mungkin ikut INKAI, soalnya kyokusin di Malang masih jarang.

Terima Kasih "99"

Hari senin, 14 Agustus 2006, aku resmi mengundurkan diri dari tempat kerjaku yang lama, Gamez 99, dan Level99+ Net, setelah lebih dari 4 tahun aku bekerja di sana, mulai Juni 2002.

Begitu banyak hal yang aku alami dan rasakan selama itu. Dan masa2 itu adalah masa2 yang paling berperan dalam menentukan kehidupanku yang sekarang. Waktu itu aku masih berumur 18 Tahun, kelas 3 SMU. Gara2 kerja malam di Gamez99, dari jam 6 sore sampe jam 3 pagi, aku akhirnya hanya bisa tidur waktu jam pelajaran di sekolah. Hampir 90% waktuku di kelas terpakai buat tidur, selama semester 1. Sampai2 aku hampir tidak hapal nama2 teman sekelasku, sampai semester 2 (Kira2 gimana ya nasib pelajaranku..). Untunglah Bosku disana, Mas Eri, memahami keadaanku, dan akhirnya aku pindah jaga jam 4 sore sampai jam 1 malam. Entah karena bisa tidur lebih lama, atau karena emang udah terbiasa begadang malam, semester 2 aku udah mulai menjadi siswa yang agak "normal".

Memang, (salah satu) penyebab "kegagalanku" di smu adalah karena aku harus kerja malam, sehingga tidur di kelas waktu pelajaran, tapi kalau misal aku ga kerja, mungkin akan lebih banyak masalah yang aku hadapi (.ho oh...). Karena itu, gimanapun juga, aku sangat terbantu dengan adanya kerjaan di game99 (apalagi bisa maen game gratis--nah ini dia!). Selain itu, banyak juga pelajaran yang bisa aku ambil selama kerja disana (baik dalam hal komputer dan juga masalah kehidupan (..uh..))

Tapi, live must go on. Setelah sekian lama aku kerja disitu (dan ndobel kerja di FlaNet), akhirnya aku terpaksa berhenti, soalnya aku punya cita2 yang harus di kejar (..^o^).


Selama aku disana, banyak sekali orang2 yang udah bantuin aku. Baik secara langsung maupun tidak, baik secara materi, maupun spirit. Karenanya, aku mo ngucapin makasih sedalam2 nya buat:

1. Mas Eri, yang udah berbaik hati ngasih aku kepercayaan buat kerja, dan juga makasih banyak buat begitu banyak hal yang udah aku terima selama ini (begitu banyak pengetahuan tentang komputer, pinjeman sepeda, tas, dibayari kursus, tempat tinggal, dorongan semangat, solusi buat masalah2 yang aku hadapi, mau ngambilin pengumuman kelulusan sma, dll yang ga bisa aku sebutin satu persatu--dan juga tentunya gaji yang aku terima tiap bulan :D). Tanpa mas Eri aku ga tau apa jadi nya aku sekarang (^_^)V .

2. Mbak Arta, Mbak Lisa dan Mbak Vita, yang udah aku anggap sebagai kakak2 ku sendiri. Makasih buat semua bantuan nya selama aku kerja disitu. Biarpun kita udah sama2 ga di Gamez99, smoga kita tetap "keep in touch" ya. En Smoga sukses ama kerjaan barunya.

3. Mbak Rahayu, Mbak Yul dan Mbak Novi, yang selama ini udah banyak banget bantu aku, terutama masalah bersih2. Sori ya selama ini banyak ngerepotin kalian. :)

4. Mas Antok, Mas Ipung, dan Mas Okta, makasih banyak juga ya. Kita emang jarang ngobrol, soalnya jarang ketemu, tp gimanapun juga, aku udah banyak di bantu, dan juga banyak ngerepotin kalian semua.

5. Smua user dan orang2 selain di atas, yang ga bisa aku sebutin satu persatu. Thanks banget deh buat semua :)

Dan aku juga minta maaf kepada semua orang di atas, kalo selama ini aku banyak berbuat salah, baik sengaja maupun engga.

Btw, aku ga ngomong "selamat tinggal" atau pamitan kepada kalian semua, soalnya aku emang ga bakal pergi jauh2. Aku ntar bakal masih sering ke situ kok, tapi bukan sebagai karyawan situ, tapi sebagai user, atau teman :D.



Sampai Jumpa.... (o_0)


Perbedaan Jutsu dan Do (dalam konteks Bu-Jutsu dan Bu-Do)

Sebagian dari kita mungkin pernah tau beladiri kendo, dan juga kenjutsu.

Dan mungkin sebagian dari kita juga bingung, apa sih bedanya? Bukankan dua jenis beladiri tersebut sama-sama menggunakan Ken (pedang)?


Kenjutsu


Kendo

Dua istilah diatas merupakan suatu contoh, perbedaan antara bu-jutsu dan bu-do. Kata-kata
tersebut berasal dari bahasa jepang; Bu=prajurit (pendekar), Jutsu=(kurang lebih)ilmu, dan
Do=jalan. Jadi bisa di tarik kesimpulan secara kasar, Bujutsu=ilmu (beladiri) prajurit, dan
Budo=jalan prajurit. Namun secara istlah, bisa diartikan, Bujutsu=ilmu beladiri murni, memang
teknik untuk membunuh, tetapi kalau Budo, lebih ke filosofi dari beladiri tersebut, dan lebih
cenderung ke olah raga beladiri yang mengambil semangat Prajurit (Samurai).

Misal saja, kalau kenjutsu, kita boleh menyerang bagian mana saja dari badan lawan, tetapi kalau kendo, hanya bagian tangan (kote), perut(do), dan kepala(men) serta tsuki (tusukan ke arah dagu), (maap kalau salah, saya bukan orang kendo soalnya :D).

atau
kalau Jujutsu, setau saya, boleh menggunakan pukulan (terutama untuk finishing touch, misal
abis di banting, kunci, =>pukul), tetapi dalam judo tentu saja tidak boleh.

Secara garis besar, Bu-do adalah pengembangan dari Bu-Jutsu yang disesuaikan dengan kebutuhan jaman saat ini.

Beberapa Bu-jutsu yang telah di adaptasi menjadi Budo:
1.Kenjutsu==> Kendo
2.Battoujutsu/Iaijutsu==> Battoudo/Iaido
3.Aiki-Jujutsu==> Aikido
4.Jujutsu/Jiujutsu(lafadz brazilian untuk Brazilian Jujutsu) ==> Judo
5.Kempo Jutsu==> Kempo Do
6.Karate Jutsu ==> Karate Do
dll... (maap hanya tau itu saja)

Perbedaan (mendasar) dari Judo dan Aikido

Perbedaan (mendasar) dari Judo dan Aikido.

Judo dan Aikido merupakan dua jenis olah raga
beladiri yang sama-sama banyak menggunakan
bantingan dan kuncian, sehingga banyak dari kita
bingung, di mana bedanya?

=======================================
Setau saya (tidak ada maksud untuk meninggikan
atau merendahkan salah satu nya)
=======================================

Judo banyak terdapat kompetisi/pertandingan,
sementara dalam Aikido sama sekali tidak ada
pertandingan/kompetisi (selain Tomiki
Aikido=>salah satu aliran aikido).

Judo, lebih banyak menggunakan bantingan (dan
cekikan) dari pada aikido, yang banyak menggunakan
kuncian sendi, baik dalam posisi berdiri maupun
posisi tidur (setelah terbanting). Judo
menggunakan kuncian ketika musuh telah jatuh ke
matras (bila tidak ippon==> dalam kompetisi).

Judo bersifat ofensif, dengan tujuan kuzushi
(menghilangkan keseimbangan lawan) yaitu dengan
cara menarik lawan(terutama dengan memegang kerah
baju dan lengan). Kalau aikido hampir sama sekali
tidak ada teknik untuk menyerang, karena memang
lebih ke self defense.

Judo lebih banyak menggunakan tenaga (dr pada
aikido), baik untuk kuzushi maupun membanting
lawan. Kalau aikido berprinsip "mengalirkan tenaga
lawan untuk menetralisir serangan".

Terus, bagusan mana Judo dan Aikido?
tentu saja ini kembali kepada kita. Mana yang
lebih cocok dengan kita.

Karl May: Winnetou I

Beberapa hari yg lalu, aku ke perpustakaan "Fivi" yang baru pindah ke sebelah INDOMARET bareng Nala. Udah lama juga aku ga pernah pinjem komik. Sewaktu di sana, aku ga sengaja liat buku WInnetou III. Buku itu adalah salah satu karangan penulis abad 19 akhir, Karl Friedrich May (1842-1912).

Aku inget sekitar dua tahun yang lalu, aku sempat keliling toko buku di Malang buat cari buku Winnetou 1, gara2 aku baca infonya di Jawa Pos. Tapi sayang nya, waktu itu semua buku nya udah terjual habis, bahkan di Gramedia dan Toga Mas.

Aku pertama kali baca buku2 Karl May sewaktu kelas 2 SMP (sekitar akhir 1998). Waktu itu aku memang masih bisa dibilang kutu buku. Aku nemu salah satu buku karangan nya di perpustakaan SMP Negeri 04 Malang, Sekolahku waktu itu. Sebenarnya aku pernah juga baca komik Winnetou I sewaktu SMP kelas 1 di Kebumen, tp ga secara utuh, hanya sebagian saja, jadi kurang terkesan.

Pertama kali baca,aku langsung terkesan sekali sama ceritanya, rasanya lain dari yang lain, seperti membawa kita larut dalam petualangan2 tokoh dalam cerita tersebut. Waktu itu, yang aku baca adalah seri Kara Ben Nemsi, petualangan Karl May di Timur Tengah.

Buku yang aku baca sewaktu SMP adalah buku2 terbitan tahun 60an. Selain masih menggunakan ejaan lama, juga kertasnya sudah berubah warna menjadi coklat muda. Tapi sebagian kondisinya masih bagus/isinya lengkap.

Setelah masuk SMU, tepatnya di SMU 8 Malang, yang satu kompleks sama SMP 4 (dulu nya satu sekolah semasa ppsp), aku nemu lagi beberapa buku Karl May di perpustakaan. Rupanya emang satu edisi dulunya.

Kalau di itung2, mungkin sudah ada 40an buku yang aku baca (dari sekitar 80an judul), tapi sebagian besar sudah lupa ceritanya.

Tadi sore, aku ke perpustakaan balikin komik Shanou Yoshitsune yang aku pinjam hari Sabtu kemaren. Ternyata Winnetou 1 dan 2 udah ada (baru di balikin sama yg pinjem). Begitu melihatnya, aku langsung ambil buku tadi, dan meminjam nya. Biaya sewa nya 10 rebu. Hiks, mahal juga aku pikir. Tapi dr pada beli, mendingan pinjem. Kalau beli harganya 60 rebuan kl ga salah.

Sesampai di warnet, aku coba baca bentar. Eh baru dpt 1 bab, tiba2 mataku terasa ngantuk berat >.<. Rupanya aku emang udah ga cocok baca2 Novel tebel, komik aja suka malas baca :P. Tp mungkin karena ini buku yang udah lama aku cari, mungkin aku bakal baca sampe selese, meskipun makan waktu ber minggu-minggu :D

Aseek! Dapet duit dr JUAL ID GUNBOUND!!

Ah, akhirnya, ada juga orang yg mau beli ID GB ku, seharga 50 rebu. Sebenernya mungkin isa lbh mahal lagi kl nemu orang yg pas. Soalnya, selain rangking nya yg mayan, tinggi, GOLD nya ada 1 jutaan.

Tapi gapapa deh, dr pada ga laku, lagian 50 rebu juga udah mayan ahehehehe. ^O^V

IAI Cabang Malang akan mengadakan ujian tingkat

Institut Aikido Indonesia Cabang Malang
akan segera mengadakan ujian tingkat (kyu) pada akhir Juni 2006, dan sekaligus untuk merayakan ultah Dojo yang pertama, maka akan diadakan acara selamatan. Kepada semua anggota diharap kedatangan nya. Tanggal pastinya menyusul

Profil



Hideyoshi Takahara? Siapa ya?

Nick Hideyoshi Takahara memang sudah lama saya pakai, mungkin sekitar 4 tahun. Silakan baca posting saya ini, bila memang ada yang pengen tau.

Mungkin tidak banyak yang tau nama asli saya, karena saya cenderung memperkenalkan diri dengan nama panggilan, baik di Internet maupun di Real Life.

Nama pemberian orang tua saya, adalah Sunaryo, nama yang cukup "pasaran" dan cenderung (sejauh pengalaman saya) nama ini bernuansa tua, karena rata-rata orang yang mempunyai nama sama seperti saya tersebut adalah orang dengan usia diatas 40 (sejauh pengalaman saya di Malang ^_^)

Tapi yang pasti, nama tersebut secara langsung memberikan gambaran tentang jati diri saya, sebagai Orang Jawa, dan "Ndeso", begitu kata orang-orang yang saya temui.

Pada awal saya pindah ke Malang, saya tidak pernah mikir untuk minder dengan nama Ndeso saya tersebut, tapi lama kelamaan saya kok sadar, banyak orang yang ketawa, atau menggangap nama saya tersebut terlalu "tua" untuk seorang anak SMP (waktu itu).

Karenanya, waktu itu seringkali saya memperkenalkan diri dengan nama Aryo, atau Sun.

Dan sekarang, saya memang sudah tua, jadi saya tidak lagi merasa "sungkan" untuk memperkenalkan diri saya sebagai "Sunaryo".

Saya lahir di Kebumen, sebuah kota "Ndeso" (lagi), di daerah Jawa Tengah. Mungkin tidak banyak yang tau ya?

Dulu, hampir setiap kali saya menyebutkan Kebumen, orang banyak yang menyalah pahamkan nya dengan Sukabumi, padahal jauh sekali..

Saya lebih tepatnya sih lahir di desa, yang jauh dari kota. Namanya Watulawang. Konon Desa yang paling utara dari Kecamatan Pejagoan, dan kalau tidak salah, berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara.

Desa saya berada di daerah puncak perbukitan, berbatasan langsung dengan hutan negara dibagian selatan sampai utara (dari dulu ditanami pohon Pinus).

Sebelah Barat berbatasan langsung dengan kecamatan Karang Gayam, masih Kabupaten Kebumen, Selatan dengan desa Pengaringan-satu kecamatan, Timur dengan desa Peniron-satu kecamatan juga- dan merupakan jalan mengarah ke kota Kebumen. Sementara sebelah Utara, setelah menuruni bukit dan menembus hutan yang lumayan jauh-yang berupa jalan setapak, akhirnya kita bisa mencapai desa Logandu, Kabupaten Banjarnegara (semoga saya ga salah, hehe).

Sebelah selatan dan barat juga ada hutan, tapi tidak terlalu lebar, dan untuk menuju desa sebelah ada jalan desa(meskipun cukup sepi, dan buat saya yang lama hidup di terang benderangnya kota, merasa ngeri untuk melewati jalan tersebut malam hari - beberapa kilometer tanpa penerangan jalan, tanpa ada rumah di sekitar jalan).

Sebegitu tertinggalnya desa saya, baru pada tahun 1999/2000 listrik masuk, jadi waktu saya tinggal tahun 1998, kami di sana masih menggunakan lampu minyak sebagai penerangan sehari-hari.

Saya menghabiskan masa kecil saya di SD Negeri 1 Watulawan, milik desa kami. Konon sekolah ini berdiri sejak jaman kakek nenek saya masih bocah.

Setelah lulus SD, saya meneruskan sekolah di SMP Negeri 2 Pejagoan, yang waktu itu, angkatan saya adalah angkatan ke 3.

Sebelumnya, paman dan bibi saya harus berjalan sekitar 7 kilometer naik turun bukit, diteruskan dengan naik angkot (atau jalan lagi sekitar 3 kilometer) untuk bisa sekolah di SMP Negeri Karang Gayam.

Sebelum SMP Negeri 2 Pejagoan ini resmi berdiri, sudah ada SMP PGRI Peniron, yang lokasinya hanya sekitar 1 kilo lebih dekat (ke arah desa saya). Bahkan angkatan pertama SMP Negeri Pejagoan 2 ini, sebelum naik ke kelas 2 awalnya belajar di SMP PGRI tersebut, yang berlokasi di SD Negeri 1-3 Peniron. SMP PGRI ini, selain numpang di gedung SD, juga hanya mempunyai kelas siang (dan yang perlu dicatat, mayoritas gurunya adalah guru SD yang mengajar di pagi harinya).

Jarak dari rumah ke SMP saya tersebut, kira-kira 5 kilometer, tapi karena jalannya naik turun, biasanya saya dan teman-teman berangkat 1 jam sebelum bel masuk, dan sampai di rumah menjelang ashar (berangkat jalan turun, pulang jalan menanjak).

28 Oktober 1998, 20 hari setelah ulang tahun saya yang ke 14, sehari setelah menerima raport cawu I kelas 2, saya pindah ke kota Malang, dimana nantinya hidup saya akan berkembang sedemikian rupa, yang saya dulunya sama sekali tidak pernah membayangkannya.

Mungkin banyak isinya yang memalukan, tapi saya sempat menulis cerita tentang masa lalu saya di sini dan disini

Saya lulus dari sebuah sekolah yang cukup terkenal di Malang, SMP Negeri 4 (tahun 2000) dan SMU Negeri 8 Malang (2003), kemudian menganggur setahun, dan secara ajaib akhirnya kuliah pada jurusan Informatika di PABTI Universitas Negeri Malang (yang ga tau PABTI itu apa, coba cari di google, semoga nemu), pada tahun 2004 dan selesai (resmi lulus) 17 September 2006, namun baru menerima Ijazah sekitar Mei 2007 (Jangan tanya kenapa, hehe).

Saya cukup menemui banyak masalah yang diakibatkan oleh hobi saya maen Game, tapi karena itu juga saya diterima bekerja di sebuah game center; Gamez 99, pada Juni 2002, setelah saya resmi naik ke kelas 3, jurusan IPS. Awal saya bekerja, adalah saat liburan semester ganjil (kenaikan kelas tadi). Sebelumnya saya juga sempat bekerja di beberapa tempat.

Sampai sekarang, saya masih tidak bisa lepas dari game dan komputer, karena saya memang bekerja di Flanet, sebuah warnet yang sudah membiayai kuliah saya, dan menghidupi saya dari Oktober 2003. Dari sini juga, saya banyak mendapat banyak pengetahuan dan ilmu baru, dari internet tentunya.

Sekarang ini, di usia saya yang sudah tidak muda lagi, sering kali merasa bingung dengan masa depan, mau ngapain ya...

Untuk sementara ini, saya sudah memutuskan untuk berusaha bisa kerja ke Jepang, lewat Jalur Pemagangan. Tapi masih belum berhasil, tempo hari karena mata minus (maklum bertahun-tahun di depan monitor, selama lebih dari 8 jam sehari, di tambah saya dulu waktu SMP memang seorang "kutu buku")

Pada akhirnya, saya adalah seorang yang biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang sama sekali tidak punya kelebihan atau keistimewaan.

Tapi bagaimanapun juga saya adalah bagian dari kehidupan, hidup ini mungkin akan berbeda ceritanya kalau saya tidak ada, ehe.

Sebagai sebuah bagian dari kehidupan, saya hanya berusaha untuk menjadi selaras dengan lingkungan, dengan alam semesta (hehe, seperti prinsip dari Aikido, yang sedang saya pelajari selama 2 tahun terakhir ini), dan sebisa mungkin memberikan hal positif ke lingkungan saya, hem hem.

Demikian lah, seorang Sunaryo, yang masih awam dalam dunia internet dan blogging, mencoba menjadi warga dari dunia maya yang tanpa batas ini. Mohon bantuan dan bimbingannya! Yoroshiku Onegaishimasu!

Terima kasih buat yang sudah baca, hehe

Ke Cangar Ver. 2



hari ini, senen 30 januari 2006, aku, nala, oda, sama fahmi, berencana pergi ke cangar. sebenarnya kami sudah merencanakan untuk pergi hari sebelumnya (minggu) sore, tapi akhirnya kami jadi berangkat hari senin jam 11 siang, telat 2 jam dari rencana semua, yaitu jam 9 pagi. kami pergi berempat naik sepeda motor, oda sama fahmi, aku sama nala.

kami sampai di cangar sekitar jam 1 siang, dan kemudian berendam di bawah jembatan jalan menuju pacet- setelah tempat wisata cangar. hal ini karena tempat wisatanya di tutup. disana kami juga bertemu beberapa orang yang mandi di tempat itu.

pulang nya kami lewat jalan tembus pandaan, lewat hutan belantara :D. benar2 suasana yang asing bagi kami, yang biasa hidup di tempat ramai. kami juga bertemu beberapa kawanan kera di sana.

beberapa kilometer dari cangar dan masih di hutan belantara, tiba2 kabut turun sangat pekat, sampai2 jarak pandang hanya berkisar 10 meter, padahal jalan turun tajam, dan juga berkelok2. akhirnya kami berjalan pelan2. kira2, kami berjalan dalam kabut sejauh hampir 5 km. syukurlah tidak ada masalah yang kami hadapi.

sesampainya di sekitar pacet--sudah masuk pemukiman, tiba2 hujan turun deras. kira2 itu jam 3 an. kami sempat berhenti menunggu hujan reda, dan akhirnya nekat menerobos hujan karena hujan tak kunjung berhenti. waktu itu kira2 jam 5 sore.

kira2 jam 6 sore kami sampai di pandaan, dan mampir di warung pak haji sholeh. lalapan ayam disana sangat enak, dan murah. dengan porsi 2 ayam, dan 6 nasi, serta 3 teh hangat dan 1 minuman beras kencur, kami cuma habis 60 ribu. padahal sate kambing pak wahid di dinoyo, 15 ribu 1 porsi, belum sama minum. tapi memang ayam mungkin lebih murah dari kambing ya? :D.

sewaktu kami berangkat dari warung pak sholeh, hujan masih lumayan deras. muka ku sampai sakit kena air hujan. tapi kami tetap berangkat walaupun berjalan pelan-pelan, karena hari sudah malam. waktu itu sekitar jam 6.30 malam.

sampai di daerah purwosari, ternyata disana ga hujan. purwosari sampai malang jalan kering. tapi sesamai di blimbing, hujan kembali turun. oh ya, motorku agak ngadat mulai dari prigen, sepertinya saluran bahan bakarnya ga lancar.

sesampai di deket pasar blimbing, tiba2 ban belakang gembos. akhirnya aku sama nala cari tukang tambal ban, padahal waktu itu masih hujan deras. fahmi sama oda sudah jauh di depan. aku sama nala akhirnya mendorong motor, sampai di pasar blimbing. kami akhirnya berhasil ketemu tambal ban. tapi karena hujan, dia hanya mau mengisi angin.

setelah ban dipompa, kamipun akhirnya meneruskan perjalanan. tapi baru saja sampai di dekat universitas widya gama, ban kempes lagi, rupanya memang bocor. akhirnya kami pun mendorong lagi. sepanjang jalan badanku mengigil (sepanjang perjalanan setelah dari pak sholeh), aku emang ga tahan dingin.

sampai di ujung jalan sukarno hata (sekitar ruko2 candi mendut) kami nemu tambal ban, orang nya mau nambal, tap habisnya 5 ribu, biasanya 3000. saat itu sekitar jam 8.30.

setelah selesai di tambal, kami pun melanjutkan perjalanan. eh baru 50 meter udah gembos lagi T_T. rupanya yg bocor ga satu tempat. akhirnya di tambal lagi. tapi karena kata orang yg nambal bocornya agak parah jd di anjurin ganti ban dalam sekalian. aku pikir ya udah deh, dr pada repot.bayarnya agak mahal tapi, 25.000. tapi gapapa lah, dr pada kelamaan kedinginan.

kami sampai di rumah sekitar jam 9.30 malam. betapa lega nya hati ini. aku maunya lsg mandi, tapi karena perutku sakit (mungkin karena masuk angin, sakit dr sore) aku ga bisa berlama2 berdiri, jd aku cuman siram badan 1x pake air, trus bobo.

hari ini benar2 suatu perjalanan yg capek dan mahal. selain ganti ban dan makan abis 60 ribu (dibayarin nala 2-2nya), aku juga harus ganti aki (karena soak, mungkin konslet kena air hujan,), ganti batre HP (mati kena hujan, untung hp nya gapapa), juga servis motor(rada ngadat). juga aku harus bongkar kunci kontak sepeda, dan bikin kunci di tukang kunci (kunci kontak ku ilang, ga ada serep, tp emang ga ada hubungan nya ama perjalanan tadi, tp ilang sesudah sampai rumah, ga tau terselip dimana T_T)

hari ini juga, aku mengendarai sepeda motorku sampai 150 km lebih, 30x perjalanan ke tlogomas, yg aku sehari2 lewati :D.

tapi gimanapun juga, aku kami banyak mendapat pengalaman baru hari ini. cangar, hutan, kabut, hujan, pak sholeh, tambal ban, dll. tp gimanapun juga, kyknya kurang sepadan sama biayanya T_T.

Aikido dan Ken (kenjutsu, kendo, iaido)


Aikido memang identik dengan beladiri tangan kosong. Tapi sebetulnya, aikido itu sendiri di ciptakan dari unsur2 teknik lain, di antaranya teknik ilmu pedang seperti Kenjutsu dan Battoujutsu (Iaijutsu) . Sehingga kalau di perhatikan, sebagian besar gerakan dalam aikido, mirip dengan gerakan orang mengayun pedang. Selain itu, dalam aikido juga terdapat teknik pedang (Ken) dan juga staff/tongkat kecil (Jo).

Senjata lain yang bisanya di gunakan adalah pisau, tetapi hanya di gunakan oleh penyerang, jadi aikido-ka mempelajarinya dari segi pertahanan terhadap serangan pisau.

Pedang yang di gunakan dalam aikido adalah pedang kayu /Bokken/Bokuto. Sama halnya dengan Kenjutsu atau Iaido.

Jadi bisa di bilang, kalau kita ingin belajar beladiri Samurai, aikido lah pilihan paling tepat :D, karena selain belajar beladiri tangan kosong (yang menurut saya, aikido sangat praktis dan efisien), juga belajar ilmu pedang, yg sangat identik dengan Samurai.