Benkek

Yama Arashi, dan Saigo Shiro, Saigo Sanshiro

Dalam Shin Kotaro Manga, disebutkan bahwa jurus / teknik Yama Arashi pertama kali diciptakan oleh seorang yang bernama mirip dengan Sanshiro, yaitu Saigo Shiro. Karena penasaran, akhirnya aku searching di GOOGLE dan menemukan beberapa artikel tentang Saigo Shiro, salah satunya berjudul The Story of Shiro Saigo

Saigo Shiro sendiri pernah menjadi inspirasi dibuatnya film tentang Judo, Sugara Sanshiro karya sutradara legendaris Akira Kurosawa.


Saigo Sanshiro (versi Shin Kotaro Manga)

Ada yang udah baca komik ini? Kalau sudah, pasti tau dong karakter Saigo Sanshiro, si botak yang masih sabuk putih meskipun 10 tahun berlatih Judo.

Karakter Saigo Sanshiro ini, sedikit banyak mirip dengan karakterku (sepertinya, hehe. Tapi juga ga terlalu mirip2 amat sih). Kemiripan utamanya, barangkali kepala botak, dan juga karakter 'tidak punya kekuatan hati', suka canggung dll. Tapi mungkin aku lebih mirip ke karakter "masa depan" Sanshiro, yaitu si Iga Toshihiko. Kekuatan hatinya sedikit lebih baik, begitulah kira-kira.

Aku sangat menyukai karakter Sanshiro, bukan karena kemiripan tadi, tapi karena kegigihan sanshiro dalam menekuni hal yang dia sukai, meskipun sekian lama dia selalu di rendahkan orang lain, karena dia dianggap tidak punya kemampuan. Selama 10 tahun ikut Judo, Sanshiro lebih banyak dijadikan bulan-bulanan teman-temannya, diantaranya selalu jadi orang yang kebagian mencuci JudoGi para seniornya. Sampai-sampai ada seniornya yang mengatakan "selain mencuci JudoGi, apa lagi fungsi Sanshiro di klub?".

Namun ternyata, dibalik itu semua, Sanshiro mempunyai suatu kelebihan yang luar biasa, ternyata Sanshiro seorang Judoka yang sangat tangguh. Karena kakinya yang mempunyai jari-jari panjang (Tako Ashi /Kaki Gurita) dia bisa mengeluarkan teknik mematikan, Yama Arashi (badai gunung), yang bahkan Kotaro sekalipun tidak bisa menghindarinya.

Masalah kemudian, kemampuan tersebut muncul kalau Sanshiro kehilangan kesadarannya, mungkin semacam kemampuan alam bawah sadar, begitu kira-kira. Dalam keadaan sadar, Sanshiro adalah seorang yang penakut, canggung, gugup, dan tidak punya kepercayaan diri. Namun, dengan usaha yang keras, dibantu teman-temannya, akhirnya Sanshiro bisa menguasai dirinya sendiri, dan bisa menjadi seorang Judoka yang tangguh, tanpa harus membuat dirinya kehilangan kesadaran.

Hal ini sedikit banyak meng-inspirasi aku dalam menekuni hal-hal yang aku sukai, meskipun selama ini aku sering merasa frustasi dengan ketidak-mampuan-ku, dan sering merasa rendah diri dengan semua itu. Karena teringat karakter Sanshiro tadi, aku jadi 'sedikit' kembali bersemangat, hehe.

しん こたろ 漫画 Shin Kotaro Manga - Episode Judo

Buat kamu yang suka manga (komik jepang), terutama komik2 beladiri/action, atau kamu yang suka beladiri, terutama beladiri Jepang, pasti bakal suka komik ini, atau bahkan sudah pada baca ya. Komik ini merupakan sekuel dari seri Kotaro sebelumnya, sayang aku ga sempat baca, soalnya itu komik lama sih, mungkin sekitar awal 90an.

Komik ini bercerita tentang Kotaro dan teman-temannya, yang karena Karate Dojo mereka terancam oleh keputusan ketua OSIS baru, akhirnya mendirikan dojo Judo dan mengikuti pertandingan antar klub Judo di sekolah mereka.


Dalam komik ini muncul beberapa tokoh penting yang tidak ada di seri Kotaro sebelumnya. Antara lain Saigo Sanshiro, Iga Toshiko, dan Mifune Kumi.

Hal yang paling menarik buat aku dari komik ini, adalah tentang Judo-nya. Banyak sekali pengetahuan Judo yang terdapat dalam komik ini. Teknik-teknik yang dipakai dalam komik ini adalah teknik-teknik asli yang biasa dipakai dalam pertandingan Judo/Latihan, dan juga banyak sejarah Judo yang juga dibahas, yang kesemuanya berdasarkan sejarah sesunguhnya.

Selain itu, gambarnya juga bagus, dan juga sangat kocak. Jadi, selain seru juga lucu.
Salut buat HIRUTA Tatsuya yang udah bikin Komik ini.

Tokoh fav ku di komik ini, adalah Saigo Sanshiro, si sabuk putih yang menguasai teknik Yama Arashi. :)

My Life Recently

Brrr.. Malang benar-benar dingin. Suhu jam 10 malam sudah dibawah 20 derajat celcius. Waktu ambil gelas buat bikin minum, gelasnya serasa baru keluar dari kulkas. Benar-benar bikin aku ga tahan buat ga pake jaket tebalku.

Oh ya, timnas Nippon, The Blue Samurai akhirnya kalah dari Kingdom of Saudi Arabia dengan skor 2-3. dari detiksportCukup membuat aku kecewa, tapi aku memang sudah menduganya. Agak aneh memang, hampir setiap kali aku mendukung tim sepak bola, pasti akhirnya kalah, terutama pas aku lagi nonton (benar-benar mengikuti pertandingannya, bukan hanya sekedar sesekali melihat).

Tim terakhir yang aku dukung, dan kalah, adalah MU sewaktu melawan AC Milan di Champion kemarin, dan juga Liverpool yang juga kalah dari AC Milan. Setelah itu Indonesia yang kalah dari KSA juga, dan sekarang Jepang, juga kalah dari KSA. Karena itulah, sewaktu Indonesia bertarung mati-matian melawan Korea, aku justru tidak menontonnya. Niatnya sih biar Indonesia menang, eh tapi taunya tetep kalah juga.

Ngomong-ngomong, waktu Indonesia melawan Korea, rabu minggu lalu, aku pulang dari latihan di Bentoel sekitar jam 17.30. Sepanjang jalan dari Janti sampai ITN, aku lihat banyak orang yang konsen melihat TV, baik di pinggiran jalan maupun yang didalam rumah ataupun toko. Sepertinya antusiasme masyarakat Malang terhadap sepak bola benar-benar luar bisa saat itu, mungkin melebihi babak penyisihan putaran final Piala Dunia 2006 (barangkali). Hal ini tentunya karena kita semua ingin menyaksikan kemenangan kedua TIMNAS di Piala Asia, setelah menang 2-1 atas Bahrain. Sayang kenyataan tak sesuai harapan.

Hari ini aku juga agak kecewa, karena ternyata pengumuman hasil seleksi Pemagangan ke Jepang ditunda lagi sampai tanggal 30. Kemarin dulu rencana tanggal 20,trus di tunda 25, dan sekarang diundur lagi. -_-

Selain itu, ternyata suhu yang sangat dingin di Malang sekarang membuat kulitku jadi gatal-gatal lagi, padahal biarpun dingin aku selalu paksain buat mandi, karena emang kulitku gampang gatal kalo kena perubahan cuaca yang terlalu ekstrim. Aku juga jadi malas nyuci piring dan gelas kotor, karena ga tahan sama dinginnya air, hiks. Padahal aku orangnya sering sekali terpaksa nyuci piring dan gelas bekas anak-anak kost, karena aku ga tahan liat piring/gelas kotor berserakan di wastafel.....


Health is Expensive, But its worth iT!

Selama ini aku adalah tipe orang yang kurang begitu peduli dengan kesehatan. Bukan berarti jorok atau malas, hanya saja aku emang orang yang kurang mau menyempatkan diri berobat atau pergi ke dokter kalau aku lagi kena suatu penyakit.

Aku lebih mempercayakan kesembuhan penyakitku pada 'penyembuhan alami', yaitu sembuh dengan sendirinya :D, apalagi karena statusku yang 'anak kost' menjadikanku berfikir dua kali untuk pergi mengunjungi dokter.

Kemarin, secara terpaksa aku pergi juga ke dokter, karena aku kena penyakit kulit yang lumayan mengganggu. Penyakit tersebut diakibatkan karena alergi, terutama alergi makanan dan juga perubahan cuaca di kota Malang yang memang lagi beralih dari 'biasanya dingin' menjadi 'sangat dingin', yang denger-denger suhu rata-ratanya hanya 24 derajat celcius.

Alasan utama aku ke dokter adalah, karena penyakit tersebut mempunyai kemungkinan untuk menjadi batu sandungan pada test kondisi fisik pada seleksi pemagangan ke Jepang kemarin. Sewaktu aku memutuskan ke dokter, sakit tersebut sudah aku derita dari akhir bulan Mei, sementara seleksi sudah tinggal seminggu lagi.

Setelah antri dari jam 18.30, akhirnya aku dapat giliran untuk bertemu Pak Dokter (spesialis kulit di sebuah apotik di Malang). Ternyata sama Dokter cuman di lihat bentar, trus langsung di kasi resep untuk penyakit kulit yang aku idap (yang ternyata ada 2 jenis). Kemudian bayar Rp. xx.xxx,- dan diteruskan dengan acara antre nebus obat di apotik sebelah ruang praktek. Ternyata obatnya juga mahal, hampir 3x ongkos periksa (yang sudah aku anggap mahal >.<). Tapi aku memang sama sekali tidak menyesal telah mengeluarkan uang tersebut, karena kurang dari seminggu, penyakit tersebut sudah 90% sembuh, hanya tinggal menghabiskan obat dari resep dokter, biar ga gampang kambuh lagi. Alhamdulillah.

Dari sini aku jadi berfikir, sehat memang mahal ya, tapi memang sudah sewajarnya. Hehe.

Kalau kita emang malas mengeluarkan uang untuk biaya berobat waktu sakit, maka sebaiknya kita jaga kesehatan kita dengan sebaik-baiknya, walaupun untuk itu harus sedikit boros. ^_^

Hee.. Kaget, Bahasa Indonesia sama Hindi kan laen ya..

Tadi waktu mau posting, abis ngetik sesuatu dan mencet sepasi, tulisanku berubah jadi huruf Hindi -_-'.

Akhirnya aku back ke dashboard ngecek kalo2 aku salah pilih bahasa. T sudah benar 'Bahasa Indonesia'. Tp kok tetep ga berubah?

Rupanya ada tombol untuk on- off nya.

Kok ini bisa terjadi? Kok ga ada tombol ime Japanese atau Chinese atau Arabian, atau Korean, atau yang lain? Kenapa cuman Hindi?

Sepertinya karena sama Blogger Bahasa Indonesia dianggap sama ama Bahasa Hindi.. >.<

Atau ada sebab lain?

Laporan Seleksi Pemagangan Jepang Provinsi Jawa Timur

Akhirnya selesai juga, setelah seminggu dijemur panasnya Surabaya, senin kemarin aku resmi balik ke Malang untuk menjalani keseharianku seperti dulu (halah :D). Dari senin tanggal 2 Juli 2007 jam 3 pagi, aku berangkat ke Surabaya buat ikut seleksi pemagangan ke Jepang untuk provinsi Jatim.

Hari pertama, ternyata hanya berisi pengarahan dan penjelasan secara umum tentang isi program pemagangan tersebut, yang disampaikan oleh perwakilan Direktorat Bina Pemagangan Depnakertrans, Bapak Halomoan, dan perwakilan IMM Jakarta - yang namanya aku lupa, ada orang Orang. Pada hari pertama tersebut, aku tahu kalau jumlah peserta yang mendaftar sekitar 628, jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yang aku tahu dari seorang teman-sekitar 1100 orang. Selesai pengarahan, dilanjutkan dengan pembagian nomer dada.

Hari kedua, dilaksanakan seleksi tahap pertama, yaitu kesamaptaan tubuh, atau kalau aku lebih suka menyebutnya cek kondisi fisik. Diantaranya pengukuran tinggi badan dan berat badan (min 160/50), dan juga pengecekan ada tidaknya tindik dan tato, juga cacat tubuh dan penyakit kulit.

Pada tahap ini, kira-kira ada sekitar 50-80 orang yang gugur, dari sekitar 500 orang peserta. Sebagai catatan, pada hari kedua, atau seleksi tahap pertama, ada sekitar 100 peserta yang tidak datang. Aneh ya -_-". Mungkin banyak yang merasa keder atau malas setelah mendengar penjelasan dari Bapak Halomoan pada hari pertama.

Selesai test kesamaptaan tubuh (yang berlangsung dari sekitar jam 7.30 sampai jam 1 siang), dilanjutkan dengan seleksi tahap kedua, yaitu test matematika. Peserta masuk secara kelompok, per 50 orang (kalau tidak salah). Soal yang diberikan adalah matematika dasar, 10 soal, terdiri dari soal penjumlahan, pengurangan, perkalian serta pembagian. Waktu yang diberikan sekitar 5 menit.

Hasil dari test kedua ini cukup mengejutkan, karena hampir 50% peserta gugur! Padahal, kelompok yang pertama masuk (25 orang), hanya 1 orang yang gagal. Hasil seleksi ini benar-benar di luar dugaan semua orang. Mungkin kebanyakan peserta grogi dan gugup waktu mengerjakan soal, sehingga banyak yang salah hitung. Akhirnya, sekitar jam 5 sore test tahap 2 selesai, untuk kemudian dilanjutkan dengan test tahap 3, test ketahanan fisik pada esok harinya.

Hari ke tiga, test ketahanan fisik, dilakukan di lapangan Kodam, di daerah Jalan Hayam Wuruk. Testnya berupa lari 3 km dengan memutari lapangan 6,5 kali putaran, dilanjutkan dengan push-up dan sit-up. Peserta seleksi yang masih bertahan berjumlah 216 orang.

Pada sesi lari, hanya sekitar 15 orang yang gagal, kebanyakan karena tidak kuat lari, bukan karena tidak bisa memenuhi target 15 menit, karena ternyata, meskipun waktu sudah lewat 15 menit, selama kita masih berlari (bukan jalan) dan kurang dari 1 putaran tersisa, tetap di tunggu. Jadi Ada sedikit toleransi waktu disini. Aku sendiri berhasil menempuh 6,5 putaran dengan waktu sekitar 16 menitan.

Kemudian pada sesi Push-up juga ada sedikit toleransi, bagi yang tidak bisa sampai 35 tapi lewat 30 kali, diberi kesempatan kedua dengan menambah 5 sampai 10 kali lagi. Kalau tetap tidak bisa, terpaksa gugur. Kemudian sesi Sit-up juga demikian.

Seleksi tahap ini berakhir sekitar jam 2 siang, dengan sisa peserta yang masih bertahan berjumlah 168 orang.

Hari ke empat, ada 2 test lagi, tapi mulai tahap ini tidak ada sistem gugur. Pagi sekitar jam 7.15, diadakan test bahasa Jepang. Materi soalnya termasuk tidak terlalu sulit, hanya hiragana katakana sebanyak 2 soal, dan 1 soal tentang kata benda, kata kerja, dan kosakata jepang. Untuk soal ketiga, aku hanya bisa mengerjakan sekitar 60% u_u.

Kemudian, selesai test bahasa jepang, dilanjutkan dengan wawancara. Lumayan lama juga antre nya -_-, aku yang nomer urut peserta (waktu daftar dulu) 382, mendapat giliran sekitar jam 5 sore. Padahal dibelakangku masih ada sekitar 70 orang. Akhirnya 60 orang sisanya dilanjutkan hari ke lima, yaitu hari Jumat. Sementara peserta yang sudah selesai wawancara pada hari kamis, hari Jumatnya libur.

Hari ke enam, dilakukan Psikotest, dan kali ini semua peserta mengerjakannya bersamaan, tidak bergiliran seperti test sebelumnya. Test dimulai dari jam 8 pagi, sampai sekitar jam 14.30, dipotong waktu istirahat sekitar 30 menit.

Hasil test bahasa Jepang, wawancara, dan Psikotest nantinya akan dikombinasi, dan hasilnya akan dirundingkan di pusat, untuk menentukan siapa saja yang lolos ke tahap terakhir, yaitu Medical Check Up. Pengumuman hasil seleksi tahap ini akan diumumkan paling cepat tanggal 20 Juli. Sementara Medical Check Up bagi peserta yang lolos nantinya akan diadakan sekitar tanggal 31 Juli atau 1 Agustus 2007.

Hasil seleksi tersebut nantinya akan diumumkan lewat web Direktorat Bina Pemagangan, www.pemagangan.com

Yang aku kurang sreg, biaya Medical Check Up nya ditanggung peserta, dan nominalnya lumayan tinggi, menurut pihak disnaker, sekitar 1 juta rupiah.

Tapi yang paling penting sekarang, semoga aku lulus tahap terakhir kemarin. Doain yah ^_^. O ya, ngomong2 kulitku sekarang jadi item gosong gara2 kepanasan T_T.