Benkek

RF Online, Part 1 : Game Online bikin senewen

Awalnya sih ga tertarik maen game ini, tp karena diajakin anak2, akhirnya maen juga. Game Rising Force ini punya Lyto, yang juga bikin game Ragnarok Online.

Latar belakang cerita ini, berawal dari invasi bangsa Accretia ke daerah bangsa Cora. Bangsa Cora kemudian membentuk suatu aliansi, Holly Aliance Cora, yang misinya adalah memerangi Accretia dengan menghadang pasukan mereka di Planet Novus. Kemudian bangsa Bellato Union juga ikut serta dalam perang tersebut.

Bangsa Acretia konon adalah robot yang berotak organik, tapi badan mekanik. Keunggulan mereka adalah kekuatan fisik yang luar biasa, dan juga ada Special Character Launcher, yang bersenjatakan semacam Grenade Launcher, dan bisa menggunakan Siege Kit.







Bangsa Cora yang menyerupai Elf, lebih terlihat sebagai bangsa yang tertinggal dalam hal teknologi, dan lebih mengandalkan unsur-unsur magis dan spritiual, seperti sihir dan juga hal-hal gaib. Mereka unggul dalam penggunaan Magic dan juga mempunyai Special Character yang bisa sumon Animus.





Bangsa Bellato, yang konon karena gravitasi di planet mereka yang tinggi, sehingga menjadikan mereka mahluk yang paling pendek diantara ras lain dalam game ini. Mereka unggul dalam hal teknologi, sehingga mereka bisa menggunakan teknologi Nuklir dan juga Massive Armor Unit (MAU).






Kebetulan aku memilih character Bellato, selain karena sebagian besar teman memakai char ini, juga karena Bellato lebih mirip ke manusia. Well, memang dari dulu kalau aku maen game apapun, kalau milih character pasti yang paling mirip sama Human (misal di game: Dungeon Siege 1 dan 2, Diablo 1 dan 2, Never Winter Night, Sacred, RYL Online, dll). Sementara job yang aku ambil adalah Warrior (senjata melee, seperti halnya game-game laennya :D).

Sudah jadi tradisi di tiap server RFO di Indonesia, bangsa Cora selalu mendominasi perang Chip War (semacam Tower Defens di DOTA (Warcraft 3), yaitu menghancurkan Chip pihak musuh dan mejaga Chip pihak kita agar jangan sampai hancur). Hal ini karena bangsa Cora mempunyai sumon yang sangat kuat, Animus tadi. Animus sendiri ada 4 macam: Paimon, Inana, Hecate dan Isis.

Aku sendiri belum pernah ikut Chip War, karena level masih terlalu kecil. Tapi aku mungkin sudah pernah ratusan kali mati sama bangsa lain, terutama bangsa Accretia.

Dalam game ini, setelah level 21 keatas, kita sudah mendapat Quest untuk berburu monster di map kedua, dan kalau sudah lvl 25 keatas hampir tidak mungkin kita leveling (mencari level) di map pertama. Sementara, di map kedua (lebih tepatnya map selain map HQ/Markas Besar) bangsa lain bisa masuk. Sehingga seringkali kita yang masih level dibawah 30, begitu keluar dari benteng, langsung dihajar bangsa lain, dan mati.

Jadi, level 25 sampai level 30 merupakan perjuangan yang lumayan berat buat aku. Karena sering kali tidak sempat memburu monster, karena diburu sama bangsa lain. Akhirnya tidak bisa naik level, tidak bisa menyelesaikan quest, tidak bisa cari duit, dll. Kadang kalau lagi apes, tiap 5 menit mati, bahkan kadang belum 2 menit sudah mati 2x. Bener-bener bikin SENEWEN!.

Tapi secara umum sih, game ini seru juga. Bahkan menurut aku agak sedikit menegangkan. Atau kadang-kadang juga sangat mengesalkan..

Secara grafik juga sangat bagus dibanding game yang menyerupai ini, Risk Your Life (RYL). Yah, mungkin game dengan grafik terbagus yang pernah ada di Indonesia sampai saat ini.

O ya barangkali ada yang maen juga, Char saya nicknya HideTakahara, server Polaris, Commando Level 31 (Bellato Union) :D. Sampai jumpa di Planet Novus!

(to be continued..)

1 komentar:

  hideyoshi

11:03 AM

karena mati terus, ga sempat leveling, ga isa bunuh monster. dibunuh sama bangsa laen trus (sesama pemain tapi beda ras). tiap kali keluar kota udah ditungguin sama musuh lvl gede. lsg mak crot