Benkek

(lagi-lagi)Blog ini ditinggalkan pemiliknya

Pindah ke

www.watulawang.co.cc



terima kasih buat semua teman2 yang sempat membaca blog ini. terima kasih juga yang sudah berbaik hati menaruh link blog ini di blog teman-teman smua.

aku sudah bikin blog baru, memang sih blum stable, dan juga mungkin aja nanti bisa down setiap saat, mengingat hosting gratisan :D

tp aku sendiri merasa, blog ku yang ini sudah cukup sampai disini, seiring aku sudah mulai berhenti menggunakan nick Hideyoshi. (sekarang aku lebih suka pake nick Shunichirou, semenjak insiden Friendster, hehe)

Jadi, tolong kunjungi blog saya ya, dan di link juga, ntar di link balik deh :P

'makasih..



Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo

(link asli disini)

Kepada Yth. Sdr. Roy Suryo
ditempat
Perihal: Ajakan Dialog Terbuka Mengenai Perkembangan dan Isu Blogger Indonesia.

Mengingat

Banyaknya aspirasi para blogger yang tertuang dalam blognya masing-masing mengenai ketidaksetujuan atas komentar-komentar Sdr. Roy Suryo di media massa yang cenderung selalu memojokkan blogger.

Menimbang

Perlunya tindakan untuk meluruskan informasi-informasi yang diberikan Sdr. Roy Suryo kepada media massa, khususnya mengenai pandangan negatif Sdr. Roy Suryo kepada blogger.

Memutuskan & Menetapkan

Perlu dilakukannya dialog terbuka dengan Sdr. Roy Suryo mengenai isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya isu-isu yang selalu menyudutkan blogger serta informasi-informasi lain yang secara umum cenderung membodohi masyarakat.

Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan blogger di Indonesia.

Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk menerima ajakan dialog terbuka ini.

Catatan:

Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan “tidak tahu” mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka saya posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui search engine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog, milis dan media lainnya. Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan mudah dan cepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari informasi mengenai diri Anda atau informasi lainnya di internet.

Salam,

Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan surat ini dengan cara:

  • Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
  • Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
  • Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Dowload Surat Terbuka: Ajakan DialogTerbuka Kepada Sdr. Roy Suryo

Cuti Patah Hati di Jepang

Pegawai sebuah perusahaan di Jepang dapat mengambil cuti ketika mereka sedang patah hati, putus cinta, atau ditinggalkan pasangan mereka. Perusahaan marketing Hime & Company menyatakan bahwa cuti tersebut diberikan agar pegawainya dapat menangis dan kembali bekerja dengan kondisi yang baik.

Hime & Company CEO Miki Hiradate mengatakan, "Tidak semua orang memerlukan cuti masa hamil namun untuk patah hati, setiap orang memerlukan cuti sama seperti ketika Anda sakit".


Untuk karyawan berusia hingga 24 tahun dapat mengambil cuti jenis ini hanya sekali dalam setahun dan untuk yang berusia di atas 25 hingga 29 tahun diberikan jatah cuti selama tiga hari. Mengenai pembedaan hari cuti tersebut HIradate menegaskan, "Perempuan yang berusia 20 tahunan lebih mudah mendapatkan pasangan namun hal itu cukup sulit bagi perempuan yang telah mencapai usia 30 tahun dan masalah putus cinta mereka juga cenderung lebih serius".

(kopi paste dari http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=850&Itemid=46)

Profil CEo nya:
http://sns.himeclub.com/company/ceoprofile.php

Latihan bersama Sensei Edu

Hari minggu ini, sesuai pemberitahuan sebelumnya dari Senpai Yohan, diadakan Ujian kenaikan tingkat di Shizen Dojo, dan seperti halnya tahun lalu, ujian dilaksanakan di MAC Dojo di Bakorwil.

Kali ini, tidak banyak anak Shizen yang ikut ujian, hanya 5 orang; 4 ambil kyu 5 dan 1 ambil kyu 4.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini hanya Sensei Edu yang datang (tahun lalu ada 2 Sensei dari Jogja (Sensei Iwan dan Sensei Teguh), 1 dari Solo (Sensei Bambang Ali), dan 1 dari Jakarta (Sensen Robaga, selaku Ketua Tim Penguji).

Seperti halnya tahun lalu, tahun inipun banyak sekali hal dan pengetahuan baru yang aku dapat dari Latihan bersama Sensei.

Kalau tahun lalu, selain teknik, hal yang paling banyak aku terima dari Para Sensei, adalah tentang pemahaman filosofi dan prinsip dasar dari Aikido, sementara tahun ini, bersama Sensei Edu, aku banyak mendapat pemahaman dan pengetahuan baru tentang Ki.

Hal yang paling berbeda, dibanding pengalamanku selama ini, adalah sewaktu menjadi Uke dari Sensei Edu, rasanya badan benar-benar ringan, serasa melayang. Jadi tanpa sadar kita sudah terbanting, tanpa sempat berontak apalagi melawan. Benar-benar "CLEAR". Luar biasa, aku pikir.

Inti yang aku dapat dari latihan hari ini adalah, bahwa Ki adalah lebih merupakan manifestasi dari pikiran, dibantu dengan badan tentunya.

Ki secara lahir terlihat sangat simpel, mungkin terkesan "pura-pura" atau semacamnya. Tapi setelah dirasakan, ternyata memang benar-benar ada.

Selain itu, aku juga mendapat sedikit pengetahuan tentang Takeda Ryu AIkido, yang selama ini aku tahu dari seorang teman di Friendster.

Terima kasih Sensei Edu atas kedatangannya ke Malang!

Memahami Aikido sebagai sebuah filosofi, bukan sebagai semata-mata beladiri

Ueshiba Morihei menyimpulkan, bahwa semangat budo yang sesungguhnya, tidak ditemukan dalam sebuah nuansa kompetisi dan pertarungan, dimana kekuatan menjadi keunggulan dan kemenangan adalah tujuan akhirnya. Dia menyimpulkan bahwa budo adalah sebuah pencarian dalam mewujudkan diri menjadi manusia sejati, secaraa jiwa dan raga, dengan berlatih secara kumulatif dengan semangat Budo.

Ketika seseorang bertanya, "Aikido itu apa?", bahkan seorang yang sudah mendalami aikido beberapa lama akan mengalami kesulitan dalam menjelaskannya secara langsung. Selain itu, banyak orang yang melihat demonstrasi Aikido pertama kalinya, akan bersikap skeptis dan penuh pertanyaan dan keraguan dengan beladiri ini. Orang-orang tersebut, secara umum terbagi menjadi 2 kelompok.

Kelompok pertama, terdiri dari orang-orang yang mengasumsikan Aikido sebagai seni "membela diri", atau "seni bertarung". Reaksi pertama mereka melihat demonstrasi Aikido, utamanya adalah kecewa, karena mereka mengharapkan untuk melihat pertunjukan "kekuatan", pertarungan, kekerasan, dan mungkin teknik-teknik mematikan. Secara sekilas, dengan keindahan gerakan yang mengalir secara indah, aikido terkesan tanpa kekerasan, bahkan cenderung pasif. Komentar yang sering terdengar: "Semua gerakan terlihat sudah diatur dan direncanakan", "tidak ada perlawanan dari penyerang", "kalau dipake dalam keadaan sebenarnya, itu tidak berguna", dll. Kritik dan komentar tersebut sangat bisa dipahami, dan biasanya terlontar dari anak-anak muda yang menginginkan kemenangan, atau dari orang-orang yang pernah belajar beladiri yang terbiasa dengan teriakan, pukulan, tendangan, teknik-teknik melukai orang yang lain.

Kelompok kedua, adalah orang-orang yang sudah terbiasa dengan beladiri modern, terutama dari segi kompetisinya. Banyak yang berkomentar: "Kenapa dalam aikido tidak ada kompetisi?", Kenapa hanya ada demonstrasi yang membosankan?","Karena tidak adanya turnamen, kita jadi tidak tahu mana yang lebih kuat, mana yang pemula, dan mana yang senior","Tanpa kompetisi, orang tidak akan berlatih secara serius". Sekali lagi, kritik dan komentar mereka bisa dipahami, karena mereka ingin tahu siapa yang lebih hebat tekniknya, atau siapa yang lebih kuat.

Dan, satu komentar yang naif tapi seringkali terdengar, "Bisa tidak orang berkelahi kalau dia tahu Aikido?".

Semua pertanyaan tersebut sebenarnya sederhana dan dangkal, menunjukan ketidakpahaman mereka akan prinsip dasar aikido, dan ketidakpahaman mereka atas karakter utama dari Budo; pelatihan mental/spirit. Bila ada seorang yang tidak punya disiplin diri, ingin pamer kekuatan, dan berlatih aikido untuk hanya bertarung, maka dia sebaiknya berhenti dari Aikido. Tanpa berlatih aikido dengan sunguh-sunguh dan penuh kesabaran, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan pernah bisa terjawab dengan memuaskan.

(to be continued)..

Too much dorama, too litle time u_u

wah, minggu ini benar2 penuh dengan dorama.

aku baru terima beberapa dorama baru;

  1. Dragon Zakura (Abe Hiroshi)
  2. Tiger and Dragon (Nagase Tomoya)
  3. Waterboys 2
  4. Boku dake Madona (Hideaki Takizawa)
  5. Musashi, 49 episode (Ichikawa Shichinosuke)
  6. Shinsengumi, baru 12 Ep.
  7. Bambino (Matsumoto Jun)
  8. Orange Days (Tsumaboki Satoshi)
dll

aduh, kl kebanyakan gini justru jadi males nonton, hehe

We all love to win, but how many of us love to train?

Hari sabtu sore, sekitar jam 16.30 aku berangkat ke lapangan rektorat Universitas Brawijaya. Sebelumnya, aku sudah sms dua orang temanku yang seminggu lalu mengajak aku latihan Aikido di sana (lapangan rektorat). Dan kebetulan, sehari sebelumnya ada juga temanku dari warnet yang ngajak joging bareng, sekalian pengen liat latihan aikido katanya.

Sampai di lapangan rektorat, ternyata ada seorang temanku aikido yang sudah datang, tapi karena dia sudah mandi dan baru saja beli makan (waktu itu nasi nya dibawa ke lapangan) jadinya dia ga latihan, dan akhirnya kamipun ngobrol, sampe akhirnya dia pulang sekitar 30 menit kemudian. Dan akupun menghabiskan waktu yang tersisa sebelum magrib, untuk berjoging sedikit, sambil menonton anak-anak Jujutsu latihan. Belum selesai 3 putaran lapangan, suara adzan sudah terdengar. Akhirnya akupun memutuskan untuk mengakhiri joging dengan jalan santai memutari lapangan, kemudian berjalan pulang melalui fakultas MIPA.

Dari awal sebelum aku merencanakan untuk mengajak teman2ku latihan, sebelum temanku mengajak joging bareng, aku sudah nggak terlalu berharap mereka akan datang sesuai janji, karena hal serupa seringkali terjadi. Misalnya, sering ada teman-teman se-kost yang mengajak joging atau main basket di lapangan, tapi seringkali mereka justru membatalkannya secara mendadak, dengan alasan yang bermacam-macam. Mulai dari capek, sibuk, ada janji lain, dst.

Namun, dibalik semua alasan mereka tersebut, menurut aku, hal utama yang membuat mereka membatalkan rencana adalah, karena mereka tidak sungguh-sungguh ingin melakukannya, mereka tidak sungguh-sungguh ingin berolahraga. Bahkan banyak diantara mereka yang sering merasa malas hanya sekedar untuk berjalan dari kost ke warung nasi di gang sebelah, karena mereka merasa itu bikin capek.

Banyak sekali orang-orang yang ngomong, "aku ingin juga sekali-sekali joging buat ngeluarin keringat", "pengen juga sekali sekali fitnes", "pengen juga sekali-sekali main sepak bola", tapi saat mereka diajak melakukannya, mereka cenderung malas, karena semua itu bikin mereka capek.

Aku sangat yakin, hampir semua orang percaya bahwa olah raga itu bagus, bahwa olah raga itu bikin kita sehat, bikin kita ga gampang sakit, dst.

Tapi, berapa orang diantara kita yang benar-benar mau melakukannya?

Ga ada waktu, sibuk, banyak tugas, capek, mungkin alasan yang seringkali dan hampir selalu muncul ketika kita merasa enggan untuk melakukannya. Tapi sejauh pengamatanku, banyak orang yang sebenarnya punya banyak waktu dan kesempatan untuk berolahraga, tetapi mereka merasa malas. Dan mayoritas diantara orang-orang tersebut adalah orang-orang usia produktif, yang secara fisik mereka masih prima dibanding dengan orang-orang tua yang seringkali aku lihat berjalan santai di pagi hari (memang, mereka mungkin punya lebih banyak waktu dibanding dengan orang2 muda yang sibuk kerja/kuliah).

Sebagian besar temanku, yang selalu merasa enggan untuk berolah raga ini, kebanyakan menghabiskan waktu senggang nya dengan main game komputer, baca komik, nonton TV, dan beberapa kesibukan lain yang tidak banyak memakan tenaga.

Beralih ke topik lain;
Banyak temanku yang bertanya, bagaimana sih aikido, gimana cara jadi anggota dojo, kapan latian dst dst.

Sebelum aku menjawab itu semua, aku tekankan kepada mereka, kalau kamu memang suka aikido, suka filosofinya, suka dengan jepang dan samurai, suka dengan teknik bantingan dan kuncian, silakan aja lsg daftar.

Tapi kalau kamu ikut aikido karena; untuk membela diri atau agar bisa berantem sama preman, sebaiknya kamu lihat dulu beberapa kali latihan, baru kamu boleh memutuskan untuk daftar, atau tidak.

Dalam banyak kesempatan demo aikido, banyak orang yang berdecak kagum, hebat ya?, efektif sekali ya, apa ga sakit jatuh kayak gitu? ternyata dengan teknik itu serangan itu bisa dilumpuhkan, ternyata dengan teknik itu kita bisa membanting orang dengan mudahnya, dst dst.

Tapi, tidak banyak yang paham, untuk bisa "hebat", "efektif", "jatuh ga sakit", "mengunci dan membanting orang dengan gampang", itu tidak semudah datang latihan sekali ke dojo. Semua butuh proses dan usaha.

Banyak sekali orang-orang yang datang ke dojoku karena sebelumnya memang tertarik dengan aikido, karena mereka tau aikido dari TV, Video, Komik, Buku, Film, Internet, dan berbagai sumber lain, yang kesemuanya itu membuat mereka berfikir, aikido adalah beladiri yang efektif dan efisien, keren, tidak memakan banyak tenaga, dll.

Tapi, setelah mereka latihan sekitar 2-3 kali, kebanyakan menghilang dan ga pernah muncul lag di dojo.

Beberapa komentar mereka yang sempat aku dengar: bingung, capek, mbulet, rumit. Bahkan ada yang komentar gini, kalo (latihan) nyerangnya pelan-pelan gitu, gimana kita bisa berantem beneran? Aduh, kalau mau diserang beneran, sini deh coba..

Aikido, dan juga banyak beladiri lain (hampir semua deh), bukanlah beladiri yang hanya dengan satu dua kali latihan kita bisa seperti yang kita lihat di demo-demo, di TV, di film dll.

Sewaktu aku masih ikut Karate di SMU, banyak aku temui kohai (junior) yang mengusulkan agar jam latihan ditambah (misal 2 x seminggu jadi 3x), aku seringkali cuman tersenyum, tanpa komentar apa-apa. Karena, seringkali orang-orang yang mengusulkan tadi, hanya bertahan beberapa bulan saja, kurang tau kenapa, tapi sepertinya mereka justru lebih cepat bosan dari pada kohai-kohai yang lain.

Memang, kebanyakan dari kita selalu berharap bahwa kita bisa menjadi sesuatu dengan cara instan. Tanpa mau menyadari kalau semua itu butuh usaha, perjuangan, bahkan pengorbanan.

Hal ini juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Kadang kita berharap kita bisa lulus ujian dengan nilai baik, tapi kita malas, akhirnya pake cara nyontek (kl ga ketahuan), kita ingin kerja di perusahaan tertentu, karena kita ga mau susah-susah, kita pake cara suap, koneksi, dll. Kita ingin dapat uang banyak, tapi malas kerja keras, pake cara korupsi, ngerampok, maling, dll.

Sayangnya, dalam Olah raga, tidak ada cara curang semacam itu... (selain mungkin curang dalam pertandingan, kl ga ketahuan..)

Ada sebuah ungkapan dari seorang atlet juara renang Amerika (aku lupa namanya, aku baca di buku 12 Langkah Manajemen Diri), ketika dia diwawancarai oleh Wartawan, apa yang membuat dia bisa sedemikian hebat? dia menjawab: We all love to win, but how many of us love to train?

Kembali ke jogging;
Kalau memang kita ingin sehat, ingin olah raga, ingin jogging, dll, pastikan kita memang benar2 menginginkan nya, dan kemudian, tekankan pada diri kita, kalau kita memang benar-benar menginginkannya, pasti kita bisa melakukannya (dengan mengatur waktu dll).

Demikian juga dengan Aikido (dan beladiri lain), jangan kita berharap untuk menguasai semua teknik yang kita lihat di demo dll dalam waktu singkat. Semua orang berlatih dari dasar. Waktu aku ikut Judo pertama kali, sekitar 1 bulan pertama, aku hanya diajari teknik Ukemi (Cara jatuh), kemudian setelah itu, sekitar 2 mingguan hanya belajar ikidashi dan uchikomi. Teknik bantingan baru diajarkan setelah sekitar 3 bulan latihan. Itupun, sebelum latihan teknik tadi, selama hampir 15 kami senam pemanasan dilanjutkan dengan jogging sekitar 30 menit.

Aku nulis semua diatas bukan berarti aku orang yang selalu rajin sih, tapi emang seringkali rasa malas itu muncul, tapi sekarang tergantung gimana kita menyikapi rasa malas itu. Ada dua macam orang di dunia ini (meniru kata-kata Ueno di Swing Girls); Orang yang mampu menguasai emosinya, atau orang yang dikuasi emosi nya, demikian juga dengan rasa malas... :)

Japanese Martial Arts Terms "Istilah-istilah dalam Beladiri Jepang"

Mungkin artikel dengan judul yang sama sudah banyak ada di internet. Tapi aku coba bikin yg lebih simpel, atau tepatnya yg lebih sesuai dengan keingina penulis, hehe.

Pada dasarnya, istilah dalam beladiri Jepang, adalah kata2 yang umum ditemukan dalam bahasa sehari-hari kehidupan di Jepang, tentunya dengan beberapa kekhususan (banyak kata yang berarti Ambigu).

Istilah-istilah Umum
Dojo: Tempat Latihan
Budo: Beladiri (Martial Arts), secara harfiah berarti Jalan Pendekar/Prajurit.
Sensei: Pelatih, Guru (Dalam beladiri tertentu, gelar ini sangat strict, hanya orang2 tertentu yang boleh memakai gelar ini).
Senpai (Baca Sempai): Senior, Kakak Perguruan.
Kohai: Junior, Adik Perguruan.
Kumite: Sparring/Pertandingan (dalam karate)
Shihai: Pertandingan/Kompetisi (dalam beberapa beladiri, seperi Kendo)
Randori: Latih tanding (dalam Judo) bisa juga berarti latihan teknik bebas (Jiyu Waza) dalam Aikido
Obi: Sabuk
Gi/KeikoGi: Baju/seragam latihan


Perintah/Komando dalam Dojo
Rei: Hormat
Mokusho: Semadi, Meditasi.
Hajime: Mulai.
Yame: Berhenti.
Matte: Tunggu.
Osu (Baca OSh!): Jawaban "Siap" dalam beberapa beladiri Jepang (dengar2 sih awalnya dari militer).


Posisi/Sikap dalam latihan
Tachi/Dachi: Berdiri/Kuda-kuda.
Seiza: Duduk tradisi (bersimpuh).

Nama Serangan:
Tsuki/Zuki= Tusukan/pukulan.
Geri: Tendangan.
Ude=Siku
Ushiro: Belakang (misal ushiro geri)
Yoko: Samping (misal: Yoko geri)
Soto: Luar (misal Soto Kaiten Nage dalam aikido)

bersambung ya..





Dorama to Nihon no Eiga ga suki da yo! (Aku suka dorama dan film Jepang loh!)

Haha,

Mungkin tidak terlalu banyak cowok di Indonesia yang suka dorama (kl aku bilang sih, sinetron Jepang, kalau kata Indosiar, Serial Asia, semacam itu lah). Yah mungkin banyak juga, hanya dibanding dengan cewek (yang suka dorama) rationya bisa 1:20 kali ya, hehe. Jujur aja, sejauh pengamatanku, mayoritas orang Indonesia (cowok) taunya artis Jepang dari JAV :D. Jadi kalau misal aku tanya, kenal Miyabi? Mungkin 9 dari 10 cowok bakal bilang "tau", tapi kalau aku tanya, kenal Miyazaki Aoi atau Juri Ueno, aku yakin dari 10 orang belum tentu ada yang tahu.

Aku sendiri, menyukai dorama (dorama: drama, tapi diucapkan oleh orang Jepang sebagai dorama) belum terlalu lama. Yah, cukup lama sih suka, mungkin dari awal nonton Beach Boys sewaktu SMP dulu, tapi karena nonton hanya sepotong2, aku kurang bisa menikmatinya.

Dorama pertama yang aku suka (aku tonton lengkap sampai selesai), adalah My Boss My Hero, yang aku tonton sekitar 3 bulan lalu. Kemudian menyusul Proposal Daisakusen, Hanazakari, Nodame Cantabile, Gokusen, dan terakhir aku sedang mengikuti kisah Kondo Isami dkk dalam Shinsengumi!

Mengenai Film Jepang.. film pertama yang aku tonton, kalau tidak salah sih, Yume (Dreams) karya Kurosawa Akira. Kemudian The Last Samurai (meskipun bisa dibilang ini film Holiwud ya), menyusul beberapa film Kurosawa Akira yang lain; Sanjuro, Yojimbo, Throne of Blood, Ran, Kagemusha, Rashomon, dan Umi wa Miteita (disutradarai oleh anaknya kalau ga salah).

Kemudian, banyak film2 lain yang aku tonton, dan jujur saja, aku tertarik nonton film Jepang karena aku mengharapkan ada adegan2 perkelahian ala Samurai (Samurai Chanbara-Samurai Sword Fighting). Hanya saja, seringkali aku kecewa.

Benar kata seorang teman, film jepang rata2 bagus di cerita, tapi kurang bagus di action. Tapi banyak juga yang bagus cerita, action dan juga aktingnya, dan banyak juga yang jelek di semua aspek (menurut pendapat seorang awam seperti aku).

Berikut, beberapa recommended film dan dorama yang pernah aku tonton, tentunya ini sangat subjektif ya, jadi jangan marah kalau ternyata penilaianku beda dengan kalian :)

Recommended Movie

Genre: Action

  1. Sanjuro (1962) Akira Kurosawa -Jidaigeki
  2. Yojimbo (1961) Akira Kurosawa - Jidaigeki
  3. Zatoichi (2002) Takeshi Kitano - Jidaigeki
  4. Brother (2000) Takeshi Kitano -Yakuza dll
  5. Azumi (2004?) ? - Jidaigeki *
  6. Azumi 2 - Jidaigeki
  7. Akakage - Jidaigeki **
  8. Versus (2003) Zombie2an
  9. Battle Royale - Thriller sih..
Genre: Drama
  1. Rashomon (1954) Kurosawa Akira - Jidaigeki
  2. Seven Samurai (1957) Kurosawa Akira - Jidaigeki
  3. Ran (983) Kurosawa Akira - Jidaigeki
  4. Kagemusha (1980) Kurosawa Akira - Sengoku (masuk Jidaigeki ga ya.)
  5. Throne Of Blood (194x) Kurosawa Akira - Jidaigeki
  6. Mibugishiden (2003) - Jidaigeki
  7. Tasogare Seibei (2002) Yamada Yoji - Jidaigeki
  8. Kakushi Ken (2005) Yoji Yamada - Jidaigeki
  9. Tada, Kimi o Aishiteru (2006)
  10. Waterboys the Movie (2001) - komedi sih. ehe
  11. Hanna Yori mo Naho (2006)
... sisanya menyusul..

Recommended Dorama
  1. My Boss My Hero - Komedi
  2. Proposal Daisakusen - Drama Romantis
  3. Nodame Cantabile - Komedi Romantis
  4. Gokusen - Komedi
baru nonton dikit seh, hehe

keterangan:
* : aku kurang suka tp banyak orang suka
**: aku suka tp orang ga terlalu suka
Jidaigeki: Film berseting Jepang Feodal, jaman samurai

The Most Disappointing Movie
  1. Cashern
  2. Ashura
  3. Devil Man
  4. Judo Saga tv version (2007)
Just So So Movie.. yang biasa2 aja:
  1. Makai Tensho (2003)
  2. Samurai Commando
  3. Battle Royale 2
  4. Jibaku apa gitu, tentang dunia perbankan di Jepang..
Sisanya menyusul yah, hehe (males ngetik, hiks)




Hideyoshi? Siapakah dia?


Hideyoshi TAKAHARA, atau TAKAHARA Hideyoshi, nick yang sudah cukup lama aku pakai, semenjak aku masih belum kenal dunia internet, kalau tidak salah ingat, semenjak kelas 1 SMA. Waktu itu aku lagi seneng-senengnya maen Counterstrike.

Mungkin sudah banyak orang yang kenal nama "Hideyoshi" ini. Terutama bagi peminat sejarah Jepang, atau peminat sejarah pada umunya (karena seingat aku, sewaktu SMA kelas 2 ada topik sejarah Jepang). Asal nick Hideyoshi ini memang sepenuhnya terinspirasi dari tokoh sejarah tersebut.


Hideyoshi TOYOTOMI, atau TOYOTOMI Hideyoshi (catatan: Orang jepang menuliskan nama keluarga lebih dahulu, kemudian nama kecil/namanya sendiri, seperti halnya orang China dan Korea, tapi oleh orang barat cenderung dirubah: Nama kecil dulu baru nama keluarga), adalah seorang yang sangat berpengaruh dalam sejarah Jepang, bahkan dia disebut-sebut sebagai orang yang berhasil mempersatukan Jepang pada akhir abad 16 (1590an), setelah 2 abad lebih Jepang terpecah dalam perang saudara (Sengoku Jidai).

Hideyoshi, terlahir di provinsi OWARI sebagai seorang anak samurai petani (pada masa itu, kaum petani masih seringkali ikut serta dalam perang) yang karena cidera saat perang, ayahnya tidak lagi bisa menghidupi keluarganya. Karena itulah, masa kecil Hideyoshi (yang konon masa kecilnya bernama Hiyoshi/Hiyoshimaru, Novel Taiko, Eiji Yoshikawa) penuh dengan penderitaan. Apalagi, konon Hiyoshi adalah seorang anak yang sangat nakal dan seringkali menyusahkan keluarganya.

Pada suatu saat, karena kenakalannya, dia dikirim untuk mengabdi ke sebuah kuil Budha, tetapi karena kenakalannya juga, dia akhirnya diusir dari kuil tersebut. Kemudian dia mengembara sampai ke daerah klan Imagawa, dan karena kebaikan hati seorang Matsushita Yukitsuna dia mengabdi pada klan tersebut, dan diberi nama Kinoshita Tokichiro .

Kemudian pada tahun 1557 dia kembali ke Owari dan mengabdi pada Oda Nobunaga, yang waktu itu masih sangat muda ketika mewarisi klan Oda dari ayahnya yang gugur dalam perang; Oda Nobuhide. Waktu itu, Kinoshita Tokichiro diangkat sebagai pembawa sandal Oda Nobunaga.

Pada tahun 1560, Tokichiro ikut bertempur dalam perang Okehazama, dan pada tahun 1564 dia mendapat nama Hideyoshi atas keberhasilannya mempengaruhi beberapa jenderal pendukung Saito Dousan agar berpihak pada Oda Nobunaga. Dan pada tahun 1567 berkat Hideyoshi, Kastil Inabayama milik Klan Dousan pun dapat dengan mudah dilumpuhkan (dengan cara Hideyoshi dan beberapa orang menyusup melewati jalan di belakang kastil, kemudian membuat kekacauan didalam kastil yang membuat pertahanan mereka jadi kacau balau). Atas jasa tersebut Hideyoshi memperoleh nama keluarga Hashiba, jadi saat itu nama lengkapnya adalah HASHIBA Hideyoshi.

Secara perlahan dan meyakinkan, Hideyoshi berhasil memenangkan berbagai pertempuran, dan pangkatnya yang awalnya hanya pembawa sandal, kemudian menjadi seorang perwira dengan sedikit anak buah, akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh dari Oda Nobunaga untuk membawahi lebih dari 15.000 orang pasukan, dan dengan suksesnya memperluas wilayah kekuasaan klan Oda.

Pada 20 Juni 1580, Oda Nobunaga terbunuh oleh pengkhianatan anak buahnya sendiri; Akechi Mitsuhide, di Honnoji (Kuil Honno) di Tokyo. Kemudian, Hideyoshi dan anak tertua Nobunaga, Nobutada, memipin pasukan untuk menumpas Akechi Mitsuhide, dan menang dalam pertempuran Yamazaki.

Kemudian, Hideyoshi memipin peninggalan Klan Oda dan terus melanjutkan ekspansinya untuk menguasai Jepang.

Pada tahun 1585, Hideyoshi resmi menyatukan Jepang dibawah kekuasaanya. Dia kemudian meminta gelar Shogun kepada Kaisar, tetapi karena dia hanya keturunan petani, maka permintaanya ditolak. Namun sebagai gantinya,dia mengangkat dirinya sendiri menjadi Kampaku. Kemudian Hideyoshi memperoleh nama marga Toyotomi dari Kaisar, dan pada tahun 1586.

Pada tahun 1592 Hideyoshi mengundurkan diri dari jabatan Kampaku, dan menjadi seorang TAIKO(semacam pejabat yang pensiun, tapi masih menjabat sebagai semacam penasihat), dan mengangkat keponakannya, Hidetsugu sebagai Kampaku.

Salah satu pepatah yang Hideyoshi pernah katakan "Hal yang paling menarik dari sebuah keberhasilan bukannya ketika keberhasilan itu sudah tercapai, tetapi ketika kita bersusah payah untuk meraihnya". Dan mungkin karena itulah, setelah berhasil menyatukan Jepang dibawah kekuasaanya, dia berambisi lebih besar lagi.

Hideyoshi bermaksud menginvasi China, tetapi Korea menolak untuk memberi jalan kepada pasukan Jepang untuk melewati daerahnya. Akhirnya pada 1591 dia menginvasi korea, dan sukses menduduki Seoul. Tapi kemudian Admiral Yi Sun-sin menyerang balik kapal-kapal Jepang, dibantu oleh pasukan China (waktu itu di perinah oleh Dinasti Ming) sehingga pasukan Jepang kehabisan persediaan. Kemudian pada 1593 pasukan Jepang mundur.

Pada 1597 untuk kedua kalinya, Hideyoshi mencoba menginvasi Korea, tapi gagal total.

Hideyoshi akhirnya meninggal pada tahun 1598, dengan meninggalkan anaknya, Hideyori yang masih berusia 6/7 tahun.

Pada tahun 1600, Tokugawa Ieyasu memberontak, dan berhasil memperoleh kekuasaan setelah menang dalam perang Sekigahara.

Hideyori yang berusaha membangun kembali pasukannya di benteng Osaka, akhirnya berhasil ditumpas dan melakukan seppuku pada tahun 1615.

-------------

Pada akhirnya, Hideyoshi bukanlah orang baik. Bahkan dia bisa dibilang jahat. Dia telah membunuh ribuan orang Jepang dan Orang Korea, mungkin sampai ratusan ribu.

Hideyoshi juga dikenal sebagai seorang yang sangat jelek, badannya kecil, mukanya lancip dan matanya besar, bahkan oleh Oda Nobunaga dia sering dipanggil Monyet.

Dia juga suka main wanita, dan sangat menyukai minuman keras (sake).

Tapi dia juga seorang yang besar, cerdik, pantang menyerah, dan bertekad baja.

Dia lahir sebagai seorang anak petani miskin dan menderita, tetapi dia meninggal sebagai seorang yang mempunyai kekuasaan tertinggi di Jepang. Padahal, pada masa itu, seorang petani tidak mungkin untuk menjadi seorang pejabat (Samurai). Tidak heran jika oleh orang-orang yang tidak menyukainya, Hideyoshi dan pengikutnya disebut sebagai ROUNIN

Referensi:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Toyotomi_Hideyoshi
  2. http://www.samurai-archives.com/hideyoshi.html
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Toyotomi_Hideyori
  4. Novel Taiko oleh Yoshikawa Eiji
(gambar diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Toyotomi_Hideyoshi)

J Dorama: Nodame Cantabile

Awalnya aku kurang tertarik sama dorama ini, harap maklum; hal yang paling membuat aku tertarik nonton film Jepang adalah: Ada orang-orang yang berpakaian Samurai (Kimono+Hakama+Bawa Pedang :D), atau ada unsur beladiri (terutama Kendo, Judo, Aikido), atau ada rekomendasi dari temen dan dorama tersebut cukup terkenal. Kebetulan, dorama ini hanya direkomendasikan sama temenku, dan aku sendiri belum lihat ulasannya di dramawiki.


Ternyata, setelah nonton episode pertama, aku benar-benar ga bisa untuk stop nonton dorama ini sampai selesai, hehe.

Dorama ini bercerita tentang kehidupan mahasiswa-mahasiswa Momogaoka College of Music, dengan tokoh sentral Noda "Nodame" Megumi, dan Chiaki Shinichi.


Nodame adalah seorang pianis yang sangat berbakat, tetapi sangat pemalas, dan tidak suka berlatih. Yang lebih parah, Nodame juga seorang yang sangat jorok; kamarnya seperti tempat sampah, dia hanya mandi beberapa hari sekali, dll. Walapun Nodame sekolah di College of Music,ternyata dia bercita-cita untuk menjadi seorang guru TK

Sementara, Chiaki adalah seorang yang sangat bertolak belakang dengan Nodame. Dia seorang yang lahir dari keluarga pemusik kondang, menghabiskan masa kecilnya di Eropa, dan seorang pianis yang sangat piawai, seorang yang disiplin dan rajin (juga pinter masak); Benar-benar seorang yang sangat perfeksionis. Chiaki juga sangat populer di kalangan mahasiswi di kampusnya. Namun, meskipun Chiaki seorang mahasiswa piano yang sangat briliant, dia mempunyai ambisi terpendam untuk menjadi seorang konduktor.

Secara kebetulan, mereka bertemu, dan ternyata apartemen mereka bersebelahan. Nodame langsung jatuh hati kepada Chiaki, sementara Chiaki memerlukan waktu yang jauh lebih lama untuk hanya sekedar menghargai bakat terpendam dari Nodame.

Hubungan mereka berdua berkembang secara unik, dan karena Nodame, Chikai mendapatkan kesempatan untuk menjadi konduktor orkestra mahasiwa, dan membuka kesempatan baginya untuk mendapat apresiasi yang lebih luas dari masyarakat. Sementara itu, karena Chiaki, Nodame jadi lebih bersemangat dalam menekuni Piano, dan kemudian mengikuti sebuah kompetisi Piano.

Kesempatan pun makin terbuka, dan keduanya pun semakin berkembang, melebihi apa yang selama ini mereka perkirakan.

Pokoknya, dorama ini sangat recommended, selain lucu, juga cerita nya bagus, dan bagi aku sendiri, aku jadi suka musik klasik, hehe.

J Dorama: Hanazakari no Kimitachi E (HanaKimi)


Whahaha.

Dorama ini bener2 super konyol, nyeleneh, dan agak "nggilani".

Ceritanya sih (mengutip prolog): "Ada sebuah sekolah yang isinya cowok2 cakep doang, trus ada siswa pindahan dari Amerika, Ashiya Mizuki, seorang cewek".

Wah, bener2 deh.

Aku cukup liat beberapa episode saja dan aku dah mutusin ga mau liat terusannya. Males..

Mungkin emang lucu, tp lucunya agak ga masuk akal (jd inget Date Movie/Scary Movie 4, biarpun ga mirip, tp lucunya hampir sekelas itu.. ga sampe sih mungkin, hehe)

Mungkin kalo kamu cewek bakal suka...

Kyknya dorama ini bisa dibilang genre nya "YAOI" deh. o_o

OH TIDAAAK..

Samurai: Jembatan Musim Gugur



Setelah selesai membaca buku 1 Samurai: Kastel Awal burung gereja, aku mau ga mau jadi "harus" baca buku kedua nya, Samurai: Jembatan Musim Gugur.

Buku kedua ini sedikit berbeda dalam hal penceritaannya dibanding buku pertama. Alur yang meloncat-loncat, setting yang berpindah-pindah, antara tahun 1300an sampe 1950an, membuat aku beberapa kali harus membalik halaman sebelumnya biar ga bingung. Tapi justru, karena cara penceritaannya yang lain ini, membuat cerita ini makin menarik.


Buku kedua ini lebih menceritakan tentang sejarah klan sebelumnya, dan kejadian sesudah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada buku pertama.

Mulai dari awal berdirinya Klan Okumichi, sampai akhirnya Jepang mengalami restorasi, hingga kemudian selesai perang dunia kedua.

Mungkin kalau dibanging buku pertama, sedikit lebih menarik buku pertama, tapi sebagai kelanjutannya, tetap harus dibaca :).

J Dorama: Proposal Daisakusen


Awalnya aku agak kruang berminat sama dorama ini, karena dari sinopsisnya aku tahu kl ini benar2 dorama tentang kisah percintaan (tema romantis), tapi akhirnya nonton juga, karena alasan buat belajar bahasa jepang.

Setelah menonton seri 1 nya, lama2 aku mulai menikmati ceritanya, dan mulai penasaran dengan kisah kelanjutannya.


Dorama ini bercerita tentang kisah persahabatan 5 orang, Iwase Ken, Yoshida Rei, Oku Eri, Tsurumu Hisashi, dan Enokido Mikio, dimana Iwase Ken dan Yoshida Rei yang berteman dari kecil, sama2 menyimpan perasaan tapi tidak pernah bisa mengungkapkan perasaan mereka, hingga pada akhirnya Rei akan menikah dengan dosennya, Tada Tetsuya.

Di hari pernikahan tersebut, barulah Ken menyesal, dan dia ingin sekali mengulang masa lalunya dan kemudian mengungkapkan perasaannya ke Rei, dan membatalkan pernikahan Rei dengan Tada Tetsuya.

Kemudian muncullah Yosei/Peri berwujud laki-laki setengah baya, yang menawarkan Ken untuk kembali ke masa lalu, dengan perantara gambar slide (yang berisi gambar/foto2 masa lalu rei yang ditunjukan dalam acara pernikahan tersebut.

Dalam setiap episode, kita akan melihat, Ken kembali ke masa lalu setiap kali ada slide baru yang muncul.

Namun slide demi slide, setiap kali Ken kembali ke masa lalu, dia selalu tidak mendapat kesempatan untuk mengungkapkan perasaanya ke Rei, namun ternyata, dia merubah banyak hal selama itu. Sampai akhirnya di slide terakhir.... wah endingnya benar-benar di luar perkiraan. Dan lumayan bikin tenggorokanku kering, hehehe. Tapi ga sampe bikin mataku berkaca2 kayak pas nonton endingnya My Boss My Hero. (Sepertinya aku emang agak sedikit terlalu sensitif untuk seorang cowok ya, hehe)

J Movies: Hana Yori Mona Ho dan Sugata Sanshiro aka Judo Saga (TV)


Hari Sabtu 5 Januari 2007, aku dan andy ke Jalan Karya Timur, buat lihat2 koleksi d sana. kebetulan di sana aku nemu film Hana Yori Mona Ho dan Judo saga, dan membeli nya: Judo Saga 8000 dan Hana 5000.

Hana Yori Mona Ho bercerita tentang seorang Samurai, Sozaemon yang dikirim klan nya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Sozaemon sendiri sebenarnya bukanlah seorang Samurai yang mahir dalam Kenjutsu. Bahkan, dia dibuat babak belur oleh seorang sipil-yang tampaknya anggota semacam Yakuza.

Sozaemon, yang selama pencarian pembunuh ayahnya- tinggal di perkampungan kumuh di Edo, justru lebih tertarik dengan Go (catur kuno jepang, othelo mungkin kalau di Indonesia) dan mengajari anak-anak di lingkungan tersebut dalam hal menulis dan semacamnya, dari pada mengajari mereka ilmu pedang.

Suatu saat, akhirnya dia menemukan orang yang dia cari, tapi justru dia mengalami konflik batin karenanya, haruskah dia membunuh orang itu, atau membiarkannya hidup (dengan keluarganya yang terlihat sangat bahagia). Sozaemon sendiri sepertinya sudah menemukan keluarga yang dicintainya, Miyazawa Rie dan anaknya yang berumur 8 tahun.

Film ini juga menampilkan side story tentang 47 Ronin yang membalas dendam atas kematian tuannya (cerita Chuusingura), meskipun mungkin sedikit "diselewengkan" dari kisah yang selama ini kita dengar.

Btw, aku hampir ga kenal semua aktor dalam film ini, selain Miyazawa
Rie yang main di Twilight Samurai, dan juga Asano Tadanobu yang main di Zatoichi dan Gohatto.

Sugata Sanshiro aka Judo Saga

Wah, aku benar-benar kecewa dengan film (atau tepatnya sih Film TV) ini, benar-benar payah. Ceritanya diadaptasi, atau mungkin benar-benar meniru kisah Sugata Sanshiro yang pernah dibuat filmnya tahun 1943 oleh sutradara legenda, Kurosawa Akira.

Akting2 pemain dalam film ini benar2 payah, juga ceritanya yang terlalu singat, juga efek khususnya yang terlalu aneh.

Satu-satu nya hal yang membuat aku bertahan menonton film ini sampai sekitar 1/2 cd, adalah karena aku mengharap adanya action2 menggunakan teknik Judo, dan aku makin kecewa berat.

Action nya (teknik judo) terlalu aneh, hyperbola (masa orang kena Yama Arashi sampai terbang setinggi 3 meteran? dll) .

Akhirnya, 1/2 cd terakhir aku play dengan speed 16x, cuman karena pengen tahu akhir cerita nya saja.

Pokoknya, nyesel banget deh dah beli film ini. Mending kmaren beli filmnya Takeshi Kitano saja, tapi sudah telanjur, gimana lagi?

My Boss My Hero (J-Dorama)


Wah, akhirnya kesampaian juga nonton dorama ini, setelah sekian lama cari ga dapat2, ternyata ada teman yang punya. Terima kasih buat Andy buat dorama2 nya, i really apreciate it :).

Dorama My Boss My Hero ini bercerita tentang seorang anggota Yakuza, Sakaki Makio, yang karena kebodohannya, membuat suatu transaksi besar gangnya gagal. Padahal, dia adalah calon pemimpin gang berikutnya. Karena itu, boss sekaligus ayahnya, Sakaki Kiichi, menyuruhnya untuk masuk SMU dan harus lulus, sebelum dia bisa mengambil alih posisi ketua gangnya.

Sakaki Makio, yang awalnya sangat marah dan kesal dengan perintah boss nya ini, akhirnya menemukan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar yang membosankan, dia memperoleh banyak teman dan juga berbagai hal menarik selama di SMU.

Dorama ini sangat seru, lucu, dan konyol. Juga ada beberapa hal mengharukan, dan sedikit banyak mengingatkan aku akan masa-masa SMU dulu (yang penuh dengan kenangan tak mengenak kan, hehe).

Sejujurnya, ini adalah pertama kali aku nonton dorama secara serius (benar-benar mengikuti cerita), dan saking antusiasnya, sampai-sampai aku tidak bisa menahan diri untuk melihat kelanjutan seri berikutnya sampai besok hari. 10 seri yang berdurasi masing2 sekitar 1 jam, aku habiskan hanya dalam waktu 18 jam ( dari jam 2 pagi sampai jam 8-tidur-lanjut lagi jam 3 sampai jam 7 malam).

Pokoknya, bagus banget deh, hehe.

Samurai: Kastel Awan Burung Gereja (Buku Pertama)


Sebelumnya, aku berniat untuk membuat reviewnya lebih lengkap, tapi karena adanya sedikit kemalasan review yang lebih lengkap, aku jadi minder, hehe

Buku karangan Takashi Matsuoka ini, Samurai: Kastel Awan Burung Gereja (Buku Pertama), menceritakan kisah Genji Okumichi, bangsawan Agung Akaoka, di tengah gejolak datangnya orang Asing ke Jepang pada tahun 1861, di mana kekacauan dan perang saudara sudah berada di depan mata.

Buku ini sedikit banyak mengigatkan aku sama novel Shogun, yang aku baca sekitar 3 tahun lalu. Diantara hal-hal yang mengingatkan aku itu, antara lain adanya misionaris Kristen, pandangan orang asing terhadap Jepang dan sebaliknya, kisah-kisah pertarungan para Samurai yang sadis dan kejam, juga protokol kebangsawanan yang sedemikian rumit, cerita para samurai yang meskipun sangat pemberani tapi bisa menjadi sedemikian emosionalnya (menangis dan mengeluarkan air mata dengan mudahnya), dan tentunya konspirasi dan petualangan yang sangat membuat kita penasaran akan kelanjutan kisah ini.

Buku ini aku pinjam dari perpustakaan Kota Malang, dan menurut jadwal harus aku kembalikan hari ini. Padahal aku juga meminjam buku Samurai: Jembatan Musim Gugur (Buku Kedua) sekaligus, dan belum aku sentuh sama sekali, hehe. Mungkin besok harus aku kembalikan yang pertama, dan memperpanjang masa pinjam untuk buku kedua.

Beberapa review lain di web yang lebih lengkap dari tulisan ini:

dan masih banyak yang lain :), terima kasih buat para reviewer tersebut buat tulisannya.

The Simpson Movie!


Wah, film ini benar-benar luar biasa kocak. Sangat menghibur, lucu, gokil, dst dll.

Pokoknya dijamin ga nyesel deh, hehe.

Aku mau nulis tentang film ini tapi kyknya kok sudah banyak yang lebih lengkap, misalnya di wikipedia, dan internet movie database.

Pokoknya te o pe deh, hehe.